lihatlah,
masih adakah hati
yang berisi....?,
ketika logika sudah
berbau terasi,
ketika nurani kian
ter-erosi,
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung basi
lihatlah,
dendang-an birokrat dan wakil berdasi,
penuh kegiatan sinetron mengejar kursi,
Ketika tikus sibuk pesta korupsi,
kucing justru giat pamer gusi,
terbuai diempuknya jok mercy
lihatlah,
gempita riuhnya demokrasi,
menumbuhkan nurani yang semakin membesi,
saat rakyat butuh nasi,
namun justru di kremasi
ini bukan demonstrasi,
ini juga bukan mosi,
ini hanyalah puisi,
dari yang hidup namun sesungguhnya mati.!





Tidak ada komentar:
Posting Komentar